Ruang Tumbuh Estetik:
Bersama ASUS V400 AiO Series untuk Tetap Fokus dan Produktif

oleh Aji Ervanto | 0 Komentar
31 Desember 2025

Menjadi remote worker mungkin tampak mudah dan santai. Bekerja jarak jauh, memiliki banyak kelebihan seperti waktu kerja yang fleksibel, bisa bekerja dari mana saja, dan tidak perlu bergelut dengan kemacetan di jalan. Namun, dibalik fleksibilitas itu, pekerjaan ini juga menuntut komitmen dan kedisiplinan yang tinggi. Jika tidak, pekerjaan bisa terbengkalai karena terlalu santai atau bahkan dianggap sepele. Terlebih, aku juga perlu menyiapkan workspace yang nyaman supaya bisa tetap fokus dalam bekerja.

Berbeda dengan bekerja di kantor yang umumnya memiliki lingkungan kerja kondusif, remote working tidak selalu memberikan suasana ideal untuk bekerja. Distraksi kerap muncul, terutama saat bekerja dari rumah. Mulai dari anak-anak yang lalu-lalang, anak yang mulai rewel, hingga meja kerja yang kurang tertata karena bercampur dengan barang-barang rumah tangga. Semua ini perlahan membuat aktivitas kerja terasa kurang nyaman.

Meski saat ini aku sudah memiliki desk kerja sendiri di pojok ruang tamu, rasanya masih kurang nyaman karena belum tertata dengan baik. Mulai dari stop kontak yang penuh dengan berbagai charger, kabel yang berantakan, serta laptop dan aksesori yang sering berpindah-pindah tempat. Hal ini tentu saja sering membuat pikiranku kurang fokus.

Belum lagi, banyak barang rumah tangga dan perlengkapan anak sering “numpang” di desk kerja. Kondisi ini membuatku sulit fokus dan terkadang menyulitkan saat mencari barang yang benar-benar dibutuhkan untuk bekerja. Meski terlihat sepele, tetapi kekacauan kecil ini perlahan menimbulkan rasa cepat lelah dan menurunkan konsentrasi. Bukan karena tekanan pekerjaan, melainkan tekanan dari meja kerja yang tidak memberikan rasa nyaman.

Kabel berantakan dan desk yang tidak tertata pelan-pelan menguras fokus dan energi
Kabel berantakan dan desk yang tidak tertata pelan-pelan menguras fokus dan energi

Kondisi ini selaras dengan studi dari JunkBunk (Johnisan, 2025) yang menyatakan bahwa ruang kerja yang berantakan dapat menurunkan fokus, memperlambat pengambilan keputusan, serta memengaruhi akurasi tugas. Sebaliknya, ruang kerja yang rapi mampu meningkatkan fokus, memperbaiki suasana hati, memperkuat daya ingat, serta mendukung ritme kerja yang lebih tenang dan konsisten.

Seiring waktu, aku mulai menyadari bahwa workspace yang berantakan turut berkontribusi pada kelelahan dan stres kerja. Perlahan, aku pun mulai menata ulang workspace supaya lebih nyaman untuk bekerja. Menjadikan workspace yang tidak hanya estetik dari segi visual, tetapi juga sebagai ruang tumbuh yang menemani proses dan menjadi bagian dari perjalanan dalam menggapai mimpi.

Menata Desk Kerja
sebagai Proses Merapikan Pikiran

Bagiku, workspace yang nyaman tidak harus mahal atau luas. Yang terpenting adalah bagaimana ruang tersebut mampu menghadirkan rasa tenang, fokus, dan fungsional tanpa distraksi berlebihan. Saat meja kerja terlalu penuh atau berantakan, pikiranku pun sering ikut terasa sesak. Karena itu, menata desk kerja bukan sekadar urusan estetika, melainkan bagian dari proses merapikan pikiran agar tetap jernih saat bekerja.

Berikut beberapa langkah sederhana yang aku lakukan untuk menciptakan workspace yang lebih rapi sekaligus membantu menjaga fokus.

Kurangi Visual yang Tidak Perlu

Dulu aku berpikir, makin banyak barang di meja, berarti makin memudahkan pekerjaan. Semua barang yang terasa penting atau mungkin berguna tentu aku pajang di atas meja agar mudah dijangkau. Namun, seiring waktu, aku justru menyadari bahwa barang-barang tersebut menjadi sumber utama distraksi visual. Hal ini karena banyak yang tergeletak begitu saja hingga memenuhi meja.

Dari situ, aku mulai memilah mana barang yang benar-benar terpakai setiap hari dan mana yang sebenarnya jarang terpakai. Lalu, untuk barang yang tidak sering dibutuhkan, aku taruh di laci atau tempat lain. Meja kerja yang lebih bersih (ada white space) membuat mata lebih rileks dan pada akhirnya membuat pikiran tetap fokus dan produktivitas meningkat.

Atur Pencahayaan Supaya Kerja Nyaman

Pencahayaan juga menjadi elemen penting dalam menjaga kenyamanan dan produktivitas. Di siang hari, aku selalu memaksimalkan cahaya alami yang masuk melalui jendela di samping meja kerja. Cahaya yang masuk ke workspace membuat suasana terasa lebih segar dan mendukung ritme kerja yang lebih santai.

Lalu, saat malam hari atau ketika cuaca mendung, aku menambahkan lampu latar meja sebagai sumber pencahayaan tambahan. Lampu ini membantu menyeimbangkan cahaya dari layar monitor, terutama ketika lampu utama ruang tamu dimatikan. Bagiku, pencahayaan yang tepat tidak hanya mengurangi kelelahan mata, tetapi juga menciptakan suasana kerja yang lebih hangat dan rileks.

Manajemen Kabel untuk Workspace yang Lebih Rapi

Salah satu kiat sederhana merapikan meja kerja dengan cara manajemen kabel. Aku menggunakan cable organizer untuk merapikan kabel agar terlihat lebih ringkas dan tidak semrawut. Sementara itu, kabel daya listrik aku selipkan di bagian belakang meja supaya tidak terlihat mencolok.

Selain itu, memilih perangkat wireless juga menjadi solusi praktis untuk meminimalkan kabel. Aku menggunakan mouse dan keyboard wireless sebagai perangkat utama, ditambah beberapa perangkat lain seperti printer dan gamepad yang juga terkoneksi secara wireless. Dengan cara ini, workspace terasa lebih bersih dan bebas dari kabel yang berantakan.

Menyederhanakan Fungsi dalam Satu Perangkat

Bagiku, mengurangi jumlah perangkat di meja kerja menjadi langkah penting berikutnya dalam menata workspace. Sebelumnya, aku terbiasa menggunakan laptop dan layar tambahan untuk memaksimalkan multitasking. Namun, pendekatan ini ternyata dapat mengurangi fokus dan terasa kurang nyaman untuk jangka panjang.

Di titik ini, aku mulai menyadari bahwa pemilihan perangkat yang sesuai dapat meminimalkan visual clutter dan memaksimalkan fungsi dalam satu perangkat terintegrasi. Misalnya penggunaan PC All-in-One (AiO) bisa jadi opsi paling menarik untuk workspace yang ringkas, tetapi tetap estetik. Tanpa banyak perangkat terpisah, AiO dapat menghadirkan pengalaman kerja dengan layar lebar, keyboard dan mouse serasi, dan sistem audio-camera terintegrasi dengan sederhana.

All-in-One PC sebagai
Pusat Ruang Tumbuh

Saat ini, aku masih mengandalkan laptop ASUS Vivobook S sebagai penunjang aktivitas remote working. Dari sisi fleksibilitas dan portabilitas, laptop memang menjadi pilihan yang sangat praktis. Namun, untuk bekerja dalam durasi panjang di meja kerja, layar yang lebih lebar dengan posisi sejajar mata terasa jauh lebih nyaman dan ramah bagi tubuh.

Hal ini juga didukung oleh penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal WORK (Kothiyal & Bjørnerem, 2009), yang menunjukkan bahwa posisi layar yang lebih tinggi atau mendekati ketinggian mata pengguna, secara signifikan meningkatkan kenyamanan dibandingkan posisi layar yang lebih rendah. Ketika layar berada sejajar dengan mata, ketegangan pada otot leher dan punggung dapat berkurang sehingga postur kerja pun menjadi lebih baik.

Meski sudah dirapikan dan memakai layar eksternal, fokus tetap terasa kurang optimal karena sering berpindah layar
Meski sudah dirapikan dan memakai layar eksternal, fokus tetap terasa kurang optimal karena sering berpindah layar

Untuk menyiasati keterbatasan layar laptop, aku sempat menggunakan layar tambahan supaya bekerja terasa lebih nyaman. Namun, solusi ini justru menghadirkan masalah baru. Perpindahan fokus antara layar laptop yang kecil dan layar eksternal yang lebih lebar membuat konsentrasi terpecah. Meja kerja pun terasa makin sesak, ditambah lagi kehadiran kabel display dan kabel daya monitor yang membuat tampilan workspace terlihat kurang rapi.

Berangkat dari pengalaman tersebut, aku mulai melihat All-in-One PC (AiO) sebagai solusi yang lebih ideal untuk menciptakan workspace yang nyaman dan rapi. Terutama bagi remote worker seperti aku. Dengan satu perangkat terintegrasi, AiO mampu menghadirkan layar lebar dengan posisi ergonomis tanpa harus menambah banyak perangkat dan kabel.

Salah satu AiO yang patut dilirik, sekaligus tampil stylish untuk menjadi pusat ruang tumbuh yang estetik yaitu ASUS V400 Series. Penasaran seperti apa perannya dalam mendukung produktivitas dan kenyamanan kerja? Yuk, simak lebih lanjut!

ASUS V400 AiO
Satu Device, Banyak Peran

ASUS V400 AiO Series adalah PC All-in-One dari ASUS yang mengusung desain ramping, minimalis, dan estetik. Karakter desain ini menjadikannya sangat cocok untuk workspace modern yang mengutamakan kerapian visual tanpa mengorbankan performa.

ASUS V400 Series hadir dalam dua pilihan ukuran layar, yaitu V440 dengan layar 24 inci dan V470 dengan layar 27 inci. Keduanya dirancang untuk memberikan pengalaman visual yang nyaman dalam bekerja, tinggal disesuaikan dengan kebutuhan dan luas workspace masing-masing. Apakah untuk meja kerja yang ringkas atau layar yang lebih lebar.

Estetika dan Desain Penunjang Harmoni Workspace

Menurutku, salah satu daya tarik utama dari ASUS V400 AiO Series yaitu pada desainnya. Varian V440 dengan ukuran layar 24 inci hadir dengan dimensi yang ramping, yaitu 54.1 × 41.6 × 1.7–21.0 cm sehingga terasa pas diletakkan di meja kerja tanpa membuat space terlihat penuh. Desain ini mudah menyatu dengan berbagai gaya workspace yang aku inginkan yaitu minimalis, modern, sekaligus tetap estetik.

ASUS V400 Series bikin meja kerja terlihat bersih, modern, dan nyaman dipandang.
ASUS V400 Series bikin meja kerja terlihat bersih, modern, dan nyaman dipandang.

Terlebih, ASUS membekali V400 Series dengan NanoEdge Display yang terlihat elegan. Bezel yang sangat tipis membuat layar membentang dari ujung ke ujung. Hal ini tentu memberi kesan luas dan lega ketika dipandang. Dengan screen-to-body ratio hingga 93%, aku merasa area visual layar benar-benar dimaksimalkan untuk menyuguhkan tampilan premium. Menariknya lagi, desain setipis ini sudah mencakup keseluruhan mesin PC yang terintegrasi di balik layar. Untuk aku yang ingin meja kerja rapi tanpa CPU terpisah, hal ini jelas jadi nilai plus dibanding PC konvensional.

Perbandingan dimensi ASUS AiO V400 series dengan ASUS AiO A3402
Perbandingan dimensi ASUS AiO V400 series dengan ASUS AiO A3402

Aku juga mengapresiasi bagaimana ASUS benar-benar memperhatikan detail kerapian dari sisi konektivitas. Sebagian besar port ditempatkan di bagian belakang sehingga tampilan depan meja kerja tetap bersih dan tidak terganggu banyak kabel.

Port belakang yang tersedia pun terbilang lengkap, mulai dari RJ45 Gigabit Ethernet, HDMI out 1.4, HDMI in 1.4, tiga USB 3.2 Gen 1 Type-A, hingga USB 3.2 Gen 1 Type-C. Dengan penempatan port di belakang, kabel-kabel bisa langsung aku arahkan ke belakang meja, membuat workspace tetap rapi dan nyaman dilihat dari depan.

Sementara itu, ASUS juga menyediakan beberapa port di bagian bawah layar untuk kebutuhan yang lebih praktis dan cepat dijangkau, seperti 3.5 mm combo audio jack dan USB 2.0 Type-A. Menurutku, pembagian port seperti ini terasa sangat fungsional. Port utama tetap tersembunyi demi menjaga kerapian visual, sementara port yang sering tancap-lepas tetap mudah diakses saat dibutuhkan.

Port utama tersembunyi di belakang untuk tampilan meja tetap rapi, sementara port simpel di bawah layar siap diakses kapan saja.
Port utama tersembunyi di belakang untuk tampilan meja tetap rapi, sementara port simpel di bawah layar siap diakses kapan saja.

Sebagai pelengkap, ASUS V400 Series juga sudah dilengkapi keyboard dan mouse wireless dengan desain yang serasi. Buatku, ini detail kecil, tetapi memiliki dampak besar untuk visual. Tanpa kabel berantakan, meja kerja terasa lebih lapang, bersih, dan simpel. Fokus pun jadi lebih mudah dijaga karena tidak ada lagi distraksi visual dari kabel-kabel yang tidak perlu.

Pusat Kreativitas yang Menggerakkan Ide dan Produktivitas

Workspace yang nyaman tidak ada artinya tanpa perangkat yang benar-benar mampu mengimbangi ritme kerja sehari-hari. Nah, ASUS V400 AiO berperan sebagai pusat kreativitas yang bukan hanya nyaman dipandang, tetapi juga sanggup menggerakkan ide dan produktivitas.

ASUS V400 AiO jadi pusat kreativitas dengan performa kencang untuk multitasking, coding, hingga desain

Dari sisi performa, ASUS V400 AiO dibekali spesifikasi yang terasa sangat relevan dengan kebutuhan remote working sepertiku. Perangkat ini hadir dengan opsi prosesor hingga Intel Core i7-13620H berkecepatan 2.4 GHz, dengan 10 core dan 16 thread, serta boost hingga 4.9 GHz. Dipadukan dengan GPU Intel Iris Xe, RAM DDR5 hingga 64 GB, dan penyimpanan SSD hingga 2 TB, performanya terasa lebih dari cukup untuk pekerjaan yang membutuhkan komputasi tinggi. Mulai dari coding, web development, hingga desain grafis. Multitasking pun terasa lebih mulus tanpa harus khawatir sistem melambat.

Sebagai remote worker yang sering mengikuti meeting online dari rumah, kualitas komunikasi juga jadi hal krusial untukku. Untungnya, ASUS V400 AiO sudah dibekali two-way AI noise-canceling, yang mampu menyaring suara bising dari dua arah. Jadi, saat anak-anak sedang bermain atau mulai rewel di rumah, suaranya tidak ikut masuk ke dalam meeting. Aku bisa tetap profesional di layar, tanpa harus berpindah mencari ruangan yang benar-benar sunyi.

ASUS V400 AiO dengan AI noise-canceling dan kamera berbasis AI bikin komunikasi jernih serta terlihat profesional
ASUS V400 AiO dengan AI noise-canceling dan kamera berbasis AI bikin komunikasi jernih serta terlihat profesional

Pengalaman meeting juga terasa lebih nyaman berkat dukungan kamera berbasis AI. Fitur seperti Background Blur, Lighting Correction, Appearance Filter, hingga ASUS 3D Noise Reduction (3DNR) membuat tampilan wajah terlihat lebih jelas dan natural, meski kondisi pencahayaan di rumah tidak selalu ideal. Menurutku, hal ini membantu meningkatkan rasa percaya diri saat meeting tanpa harus ribet mengatur setup tambahan.

Dari segi konektivitas, ASUS V400 AiO sudah mendukung Wi-Fi 6E (802.11ax). Koneksi terasa lebih stabil dan cepat, baik saat meeting video, streaming, maupun mengunduh file berukuran besar. Gangguan koneksi yang sering bikin emosi pun bisa diminimalkan sehingga alur kerja tetap lancar.

ASUS V400 AiO juga dilengkapi retractable camera, kamera yang bisa disembunyikan saat tidak digunakan. Menurutku fitur ini memberikan rasa aman tersendiri karena privasi tetap terjaga saat kamera dapat benar-benar tertutup. Ditambah lagi dengan dukungan Windows Hello, aku bisa masuk ke perangkat dengan cepat dan aman hanya lewat pengenalan wajah. Praktis tanpa harus mengetik kata sandi berulang kali.

Retractable camera dan Windows Hello di ASUS V400 AiO bikin kerja lebih tenang, aman, dan praktis tanpa ribet password.
Retractable camera dan Windows Hello di ASUS V400 AiO bikin kerja lebih tenang, aman, dan praktis tanpa ribet password.

Dengan kombinasi performa tinggi, fitur AI yang relevan, konektivitas cepat, dan sistem keamanan yang matang, ASUS V400 AiO bukan sekadar perangkat kerja. Bagiku, ini menjadi pusat kreativitas, sebuah perangkat yang membantu ide tetap mengalir, pekerjaan berjalan lebih efisien, dan produktivitas terjaga, meski bekerja dari rumah dengan segala kompleksitasnya.

Ruang Tumbuh yang Juga Memberi Ruang Hiburan

Di luar urusan kerja, ASUS V400 AiO juga bisa digunakan sebagai perangkat yang bisa dinikmati bersama keluarga. Ketika jam kerja selesai, perangkat ini tidak harus “dimatikan” sepenuhnya. Perangkat bisa beralih peran menjadi sarana rekreasi, hiburan, sekaligus media belajar yang aman dan nyaman untuk anak.

Layar ASUS V400 AiO memiliki akurasi warna hingga 100% sRGB dengan sudut pandang lebar 178°. Hal ini membuat tampilan gambar tetap konsisten dan nyaman dilihat dari berbagai arah. Saat digunakan menonton bersama atau ketika anak duduk di posisi yang kurang presisi di depan layar, kualitas visualnya tetap terjaga.

ASUS V400 AiO nyaman untuk hiburan dan belajar bersama. Layar Full HD tajam, warna akurat, anti-silau, dan ramah di mata untuk seluruh keluarga
ASUS V400 AiO nyaman untuk hiburan dan belajar bersama. Layar Full HD tajam, warna akurat, anti-silau, dan ramah di mata untuk seluruh keluarga

Kelebihan lain yaitu resolusi Full HD 1920×1080 piksel membuat konten terlihat tajam dan jelas, baik untuk menonton film, video edukasi, maupun sekadar menikmati dokumentasi keluarga. Layarnya juga dilengkapi lapisan anti-silau sehingga pantulan cahaya bisa diminimalkan, tentunya nyaman digunakan di ruang tamu dengan pencahayaan alami. Ditambah lagi, layar ini sudah bersertifikasi TÜV Rheinland untuk kenyamanan mata dan emisi cahaya biru rendah. Untuk aku yang sering berbagi perangkat dengan anak, aspek ini terasa penting karena lebih aman untuk penggunaan jangka panjang.

Demi menciptakan pengalaman audio yang imersif, ASUS V400 AiO dibekali dua speaker dengan teknologi Dolby Atmos. Suaranya terdengar lebih jernih dan imersif, cocok untuk menemani waktu santai bersama keluarga. Mulai dari menonton film, memutar lagu, hingga memutar video atau lagu edukasi untuk anak. Tanpa speaker eksternal tambahan yang ribet, pengalaman audio sudah terasa sangat memuaskan.

Ilustrasi family time bareng anak pakai ASUS AiO V400
Ilustrasi family time bareng anak pakai ASUS AiO V400

Menariknya lagi, ASUS V400 AiO juga mendukung layar sentuh yang membuka ruang interaksi lebih luas bagi anak. Mereka bisa menggambar, berkreasi, atau belajar melalui aplikasi interaktif dengan cara yang lebih menyenangkan dan intuitif. Menurutku, fitur ini menjadikan perangkat bukan hanya alat kerja untuk orang tua, tetapi juga media eksplorasi kreatif untuk anak.

Yuk, Bangun Ruang Tumbuh Estetik yang
Nyaman dan Bermakna

Pada akhirnya, aku menyadari bahwa workspace bukan sekadar soal meja, kursi, atau perangkat kerja. Namun, workspace merupakan ruang tempat pikiran berproses, ide bertumbuh, dan keseimbangan antara kerja serta kehidupan dijaga. Ruang yang rapi, nyaman, dan fungsional bukan hanya membantu produktivitas, tetapi juga memberi ketenangan dalam menjalani hari-hari yang dinamis.

Lewat pengalaman menata ulang meja kerja, aku belajar bahwa perangkat yang tepat bisa menjadi fondasi penting dalam membangun ruang tumbuh. Perangkat yang tidak hanya kuat secara performa, tetapi juga harus selaras secara visual, fleksibel dalam fungsi, dan ramah untuk seluruh anggota keluarga. Di titik ini aku melihat bahwa ASUS V400 Series, AiO PC terbaik untuk di rumah dan di tempat kerja menjadi sebuah solusi yang menyatukan produktivitas, estetika, hiburan, dan kenyamanan dalam satu perangkat.

Baik untuk menemani aku bekerja sebagai remote worker, mendukung proses belajar dan kreativitas anak, hingga menjadi pusat hiburan keluarga di waktu senggang, ASUS V400 AiO Series hadir sebagai perangkat yang benar-benar hidup di dalam ruang. Bukan sekadar alat, tetapi bagian dari rutinitas dan perjalanan.

Kalau kamu juga ingin mulai membangun ruang tumbuh yang lebih estetik, nyaman, dan bermakna, yuk wujudkan bersama ASUS. Kamu bisa melihat detail lengkap dan mendapatkan ASUS V400 AiO Series melalui link berikut:

Artikel ini diikutsertakan pada Lomba Blog “ASUS AiO V400, The Most Aesthetic Workstation!” yang diadakan oleh Travelerien.

Model V440VA
Color White
Operating System Windows 11 Home – ASUS recommends Windows 11 Pro for business
Processor
  • Intel® Core™ i3-1315U Processor 1.2 GHz (10M Cache, up to 4.5 GHz, 6 cores, 8 Threads)
  • Intel® Core™ i5-13420H Processor 2.1 GHz (12MB Cache, up to 4.6 GHz, 8 cores, 12 Threads)
  • Intel® Core™ i7-13620H Processor 2.4 GHz (24MB Cache, up to 4.9 GHz, 10 cores, 16 Threads)
Graphics
  • Intel® Graphics
  • Intel® UHD Graphics
Display
  • Non-touch screen, 23.8-inch, FHD (1920 x 1080) 16:9, IPS-level Panel, Anti-glare display, LED Backlit, 250nits, sRGB: 100%, Screen-to-body ratio 93%
  • Touch screen, 23.8-inch, FHD (1920 x 1080) 16:9, IPS-level Panel, Anti-glare display, LED Backlit, 250nits, sRGB: 100%, Screen-to-body ratio 93%
Memory
  • 8GB DDR5 SO-DIMM, Max 32GB
  • 16GB DDR5 SO-DIMM, Max 32GB
Storage
  • 512GB M.2 NVMe™ PCIe® 4.0 SSD
  • 1TB M.2 NVMe™ PCIe® 4.0 SSD
Side I/O Ports
  • 1x Kensington lock
  • 1x 3.5mm combo audio jack
  • 1x USB 2.0 Type-A
Rear I/O Ports
  • 1x DC-in
  • 1x RJ45 Gigabit Ethernet
  • 1x HDMI out 1.4
  • 1x HDMI in 1.4
  • 3x USB 3.2 Gen 1 Type-A
  • 1x USB 3.2 Gen 1 Type-C
Camera
  • 1080p FHD camera with IR function (Windows Hello support)
  • With privacy shutter
  • 1080p FHD camera
Audio
  • Built-in speaker
  • Built-in array microphone
Network & Communication Wi-Fi 6E (802.11ax) (Triple band) 2×2 + Bluetooth® 5.4
Power Supply
  • 90W AC Adapter (19V DC, 4.74A)
  • 120W AC Adapter (20V DC, 6.0A)
Weight 6.90 kg (15.21 lbs)
Dimensions (W x D x H) 54.1 x 41.6 x 1.7 ~ 21.0 cm
Built-in Apps
  • AI ExpertMeet (requires 12GB RAM or more)
  • MyASUS
  • ASUS Business Manager
MyASUS Features
  • System diagnosis
  • Fan mode
  • Splendid
  • AppDeals
  • Link to MyASUS
Ecolabels & Compliances
  • EPEAT Gold
  • Energy Star 8.0
  • RoHS
  • REACH
Sustainable Material 55%
Security
  • BIOS Booting User Password Protection
  • HDD User Password Protection
  • Kensington Security Slot™
  • Trusted Platform Module (Firmware TPM)
  • Privacy shutter
Included in the Box (Optional)
  • Wireless optical mouse
  • Wireless sandstone white keyboard
Exclusive Subscription Offers 1-month Adobe Creative Cloud Hard Bundle

Sumber & Referensi:

  • Johnisan, B. (2025, August 3). The Surprising Link Between Clutter and Mental Health. Rubbish Removal London. https://junkbunk.co.uk/blog/clutter-and-mental-health/
  • Kothiyal, K., & Bjørnerem, A. M. (2009). Effects of computer monitor setting on muscular activity, user comfort and acceptability in office work. WORK: A Journal of Prevention, Assessment & Rehabilitation, 32(2), 155–163. https://doi.org/10.3233/WOR-2009-0801
  • https://www.asus.com/id/displays-desktops/all-in-one-pcs/asus-aio/asus-v400-aio-v440va/
  • Olah foto dan dokumentasi oleh Aji Ervanto
  • Olah grafis oleh Aji Ervanto dari sumber gratis Freepik

Yuk Bantu Bagikan Tulisan Ini!

0 0 votes
Rating Artikel
guest
0 Komentar
Oldest
Newest Most Voted